PEARLJAM NITE 10


Untuk mengawali reportase ini, perkenalkan saya Dadang Dwi Septiyan asal Batang (Jawa Tengah), semoga semua sudah tahu dengan Kota Kecil saya. Pearl Jam bagi saya bukan sekadar musik, namun juga sanggup untuk menjadi alat pembantu meditasi saya ketika mood tidak baik hingga mood sangat baik (maaf lebay) LOL. Faktor yang mempengaruhi saya tahu Pearl Jam hingga saya suka Pearl Jam yaitu bersumber dari kakak kandung saya dan keikutsertaan saya di dalam Komunitas Batang Grunge Rangers atau waktu itu masih bernama Batang Grunge Alive. Namun nama itu terkadang juga berganti-ganti mengikuti perkembangan waktu haha. Tingkat kefanatikan saya dengan Pearl Jam saya rasakan ketika saya beranjak mencicipi bangku perkuliahan yang ternyata rasanya berbeda dengan bangku sekolah, ada manis-manisnya gitu haha. Di fase inilah saya mulai mengerti arti pentingnya mengoleksi Rilisan Fisik dalam bentuk apapun, dan memulai meninggalkan budaya download gratis. Perlahan saya mengoleksi CD dan Cassette Pearl Jam dalam kondisi baru, bahkan ada juga yang saya beli dalam keadaan seken karena kesusahan untuk berburu yang kondisi baru, dan budget pun berkata saya belum mampu hehe.

Berikutnya akan saya bahas mengenai perhelatan akbar Pearl Jam Indonesia kemarin, yang bertajuk "Pearl Jam Nite". Event rutin tahunan tersebut sudah menginjak di angka ke 10 yaitu Pearl Jam Nite 10, yang merupakan awal kedatangan saya bersama rekan-rekan Batang Grunge Rangers untuk ikut serta meramaikan event tersebut. Mohon maaf sebelumnya, jika kami kemarin sedikit lancang, main moshing saja semena-mena ketika Bettertone beraksi. Karena dari awal kami masih canggung dengan suasana PJNite 10 kemarin, ya istilahnya malu-malu kucing. Namun setelah sesi bedah buku "Rock Memberontak" yang diisi oleh Bang Che Cupumanik dan Eko Wustuk, kami berusaha memberanikan diri untuk meluapkannya. Sangat tergugah dengan setlist yang dibawakan oleh Bittertone. Bagaimana saya tidak takjub, Bittertone membawakan lagu Pearl Jam yang konon katanya "Tidak Sejuta Umat" dibanding lagu-lagu yang ada di album "Vs" dan "Ten". Album tersebut banyak yang mengatakan album "Sejuta Umat".

Di awal saya memasuki Cafe Famouz yang berletak di samping Hotel Patrajasa Cirebon, saya dikejutkan dengan suara dari vokalis Bandung Lost Dog yaitu Ujhe Davanita (nama facebook) yang sangat mempesona hihi. Seketika saya langsung duduk dan menenggak beer yang diberikan secara cuma-cuma sembari mengapresiasi pertunjukan yang disajikan oleh Bandung Lost Dog malam itu.

Sebagai penutup dari reportase saya mengenai Pearl Jam Nite 10 ini, saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Komunitas Pearl Jam Indonesia dan rekan-rekan yang hadir kemarin di event tersebut.

Komentar

Postingan Populer