RILISAN FISIK Menurut Sudut Pandang Saya


Pada umumnya masyarakat umum selalu mengesampingkan sebuah Rilisan Fisik, entah itu dalam bentuk kaset, compact disc (CD), vinyl, dan lainnya. "Ngapaian sih kamu beli kayak gituan? download juga bisa, kan nggak ngeluarin banyak duit untuk itu. Palingan juga kuota aja yang kepotong dikit". Kalimat tersebut sering saya dengar dari teman-teman saya bahkan hingga orang-orang terdekat saya. Bagi mereka yang tidak merasakan betapa kerasnya hidup di dunia seni atau musik khususnya, mereka masih belum bisa untuk respect terhadap karya orang lain, dalam hal ini membeli karya untuk kelangsungan hidup musisi pemilik karya.


Satu alasan jika saya mengunduh secara ilegal sebuah karya musik, yaitu sulitnya menemukan atau mencari rilisan fisik dari musisi tersebut. Contoh saja rilisan fisik Elvis Presley, atau Pink Floyd, sekalipun muncul di salah satu pedagang baik online atau offline, bisa dipastikan dalam hitungan menit sold out. Elvis Presley dan Pink Floyd merupakan musisi legend dan umurnya sudah puluhan tahun, wajarlah rilisan fisiknya terkadang susah dicari. Adapun musisi yang umurnya belum cukup menyetarai mereka, sebut saja White Shoes and The Couples Company, Morfem, SORE, dan masih banyak lagi, rilisan fisik mereka sudah menjadi barang langka di lingkungan pedagang rilisan fisik lokal baik online hingga offline. Sekalipun ada pasti harganya sudah tidak sewajarnya haha maaf lebay.


Beberapa tahun belakangan ini memang penjualan rilisan fisik dapat dikatakan menurun drastis. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya perusahaan besar penjual rilisan fisik tutup buku. Di situasi seperti tersebut, justru pedagang rilisan fisik yang bisa dikatakan independent malahan semakin maju dengan kondisi tersebut. Mengapa? karena semakin sulitnya penikmat musik untuk membeli rilisian fisik buruannya. Pedagang-pedagang inilah yang mampu membantu mendistribusikan rilisan fisik dari sang musisi kepada sang penikmat musik atau masyarakat pendukungnya. 


Di fase inilah antusias masyarakat terhadap rilisan fisik masih tetap tinggi bahkan terlalu tinggi atau mungkin ketinggian? haha. Hal ini menjadi keuntungan dari toko-toko rilisan fisik skala kecil maupun orang-orang yang menjual rilisan fisik melalui media sosial, entah itu seken atau kondisi baru.

Bagi saya sebagai seorang pelaku musik dan penikmat musik, salah satu bentuk apresiasi saya terhadap sesama musisi adalah dengan membeli rilisan mereka. Entah itu rilisan fisik (CD, kaset, vinyl), rilisan iTunes, ringtone, dan sejenisnya. Namun bagi saya, rilisan fisik tetap paling istimewa dari rilisan-rilisan yang saya sebut sebelumnya. Bagaimana tidak istimewa, jika beli rilisan fisik kita pasti dapat banyak gratisan eksklusif yang tidak bisa didapat di rilisan-rilisan lainnya, contohnya saja t-shirt, stiker, gelang, cincin, poster, dll. Memang sih rilisan fisik itu mahal, tapi mahal dari segi wujud nominalnya saja. Coba lihat dulu dalamnya, seabrek bonusan merchandise dari mereka untuk konsumennya lho. Kalau dihitung-hitung atau dijual satu-satu terus dijumlahin malah jauh lebih murah daripada beli satuan. Efek yang ditimbulkan ketika saya mendapatkan rilisan fisik yang saya inginkan yaitu efek kepuasan batin dan rasa bangga sudah memiliki rilisan tsb, dan seringnya setelah saya mendapatkan rilisan tersebut lalu saya menguploadnya ke media sosial. Yah, banyak yang bilang pamer lah, sok lah, itu lah, apa lah, haha. Cukup dengan usaha tutup kuping saja. Nggak penting juga mengurusi hal seperti itu.


Ya kira-kira seperti itulah pengalaman yang bisa saya bagikan kepada pembaca tulisan saya ini mengenai rilisan fisik. Entah berapa banyak uang yang sudah saya hamburkan untuk mengumpulkan rilisan fisik buruan saya. Bagi saya, uang bisa dicetak setiap hari namun rilisan fisik tidak. Namun jika uang saya habis apa daya download ilegal pun tak masalah sembari menunggu uang datang, rilisan fisik ready stock, saya beli, dan downloadan saya hapus. Begitulah cara saya, terima kasih atas waktunya sudah mau membaca tulisan saya.

Komentar

Postingan Populer