Seberapa Pentingkah Mendokumentasikan Scene di Kotamu?
Tulisan kali ini merupakan sekadar uneg-uneg pribadi yang saya coba share ke beberapa orang teman, baik yang masih aktif maupun tidak aktif lagi di dalam salah satu scene yang saya temui ketika itu. Selamat membaca, semoga bermanfaat dan apabila anda ingin menanggapi silahkan langsung saja komentar di bawah tulisan ini atau bisa kirim ke e-mail saya saja, karena perbedaan pendapat itu sangatlah indah dan berharga.
Mungkin bagi sebagian orang untuk mendokumentasikan suatu hal misalnya perjalanan hidup, atau semacam diary yang sedikit dirasa tidak penting dan membuang-buang waktu. Tapi apakah orang itu sadar atau tidak bahwa hidup itu terus berjalan dan pada akhirnya semua orang di dunia akan mengalami hal tersebut, Kematian. Seorang Mahatma Gandhi, Che Guevara, Bapak Presiden Soekarno, bahkan Adolf Hitler pun tidak dikenal sampai sekarang apabila tidak ada cerita historis dan dokumentasi perjalanan hidupnya, walaupun itu tidak lengkap dan tidak tersusun dengan rapi dan runtut sekalipun, tak masalah.
Di sini saya tidak akan membicarakan salah satu individu. Di sini saya akan berbagi pikiran saya mengenai seberapa perlunya dalam mendokumentasikan scene (HC, Punk, Grunge, Metal, Pop, Reggae, Hip Hop, Film, atau lain sebagainya). Permasalahan nya seperti ini, saya sedikit flashback, mengingat track record, dan mengambil sampel di kota saya. Batang, merupakan kota yang menurut saya culture musiknya sangat mudah untuk dipengaruhi oleh berbagai jenis genre musik dan juga keberadaan sumber daya manusianya yang belakangan ini sudah sangat mumpuni dan mau untuk diajak kemana saja, dalam hal ini mau untuk "memeluk" genre musik apa saja, bahkan genre musik lawas pun masih terdengar di dalam scene musik kota kecil nan berkembang ini seperti slogannya yaitu Batang Berkembang.
Mungkin cerita-cerita manis perihal movement yang terjadi beberapa waktu silam akan terus ada dan turun temurun selama penggiat sejarahnya masih sehat dan mau berbagi cerita mengenai asalmu asal perkembangan musik di kota Batang, agar ke depannya bisa berkembang dari yang sebelumnya dan tidak stagnan. Tapi bagaimana jika orang-orang tersebut sudah tidak ada atau sulit dijumpai lagi? dan rekan-rekan sebaya nya juga seperti itu? Mungkin scene yang dahulu telah dirintis akan menjadi sebuah kenangan atau bahkan dongeng? yang dikarenakan tidak ada artefak tertulis yang dapat dijadikan fakta atau sumber sejarah yang benar.
Adapun sebagian individu yang mengatakan jika sejarah didokumentasikan, takutnya ada kepentingan lain dari sang penulis movement, scene, atau lainnya terhadap apa yang akan ditulisnya mengalami pengklaiman peristiwa atau realita yang pernah berlangsung oleh seseorang atau pihak tertentu, sehingga dirasa tidak perlu untuk mendokumentasikan dan mungkin let it flow like water saja. Hmmm....bagaimana menurut teman-teman pembaca?
*e-mail saya : dadankbrain@gmail.com


Komentar
Posting Komentar