Sendratasik Untirta Percussion

 

Berawal dari rasa cinta terhadap instrumen perkusi, dan latar belakang yang hampir sama yaitu menggeluti dunia musik perkusi. Ini merupakan kelompok baru gagasan saya yang ditujukan sebagai media berkekspresi, berkreativitas, hingga pencapaian untuk berkarya anggotanya. Ditambah dengan concern kami melestarikan lingkungan, maka lahirlah sebuah kelompok perkusi yang beranggotakan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten.
Sebuah karya pertama kami diadopsi dari keadaan lingkungan kampus saat ini yang masih carut marut karena adanya proses pembangunan gedung perkuliahan baru. Barang-barang yang ditemukan dan sudah tidak terpakai disekitar pembangunan gedung tsb. Pada dasarnya barang-barang tsb memiliki arti lain bagi kami, dan bukan sekadar sampah. Bagi kebanyakan orang, sampah adalah barang yang sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Sampah dianggap sebagai benda yang memang harus dibuang, sehingga mereka sering mengabaikan dan membiarkan sampah, tanpa perlu mengetahui manfaat lain dari sampah. Namun bagi kami, sampah juga merupakan barang yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan kembali sesuai dengan kebutuhannya. Kami menyadari bahwa sampah mempunyai manfaat lain yang tentunya sangat berguna.
Untuk pola permainannya sendiri kami dominankan kepada alat sampah itu sendiri sebagai pemeran utamanya dengan pola yang sederhana, yaitu pola-pola pukulan dasar bermain perkusi seperti, single stroke, double stroke, triplet, paradidle, dsb. Adapun pola lain yaitu pola imbal, ritmis yang sederhana mampu terlihat menjadi rumit ketika dipadukan dengan pola imbal ini. Kemudian diperindah juga dengan pola gerak tubuh yang diadopsi dari tari Saman dari Aceh. Pada penggunaan pola gerakan ini, mengambil salah satu inti dari tarian saman, yakni pola gerak tangan yang bergantian dan bersahut-sahutan. Tari Saman sendiri memiliki tingkat kerumitan namun di dalamnya juga memiliki nilai estetis yang tinggi.
Karya pertama kelompok ini ditampilkan di acara Hari Jadi ke-1 Teater Genta Bahana Banten di bawah naungan Giri Mustika Roekmana, M.Sn. Beliau memberikan ruang untuk kelompok perkusi ini di awal acara sebagai gebrakan kemeriahan acara. Dengan peralatan sampah sisa pembangunan gedung perkuliahan, akhirnya kami mampu sedikit membuat penonton tercengang. Semoga karya semalam mampu menjadi sebuah pertunjukan yang fresh di mata apresiator yang telah hadir. Selain sajian dari Sendratasik Percussion juga terdapat penyaji lainnya seperti Sendratasik Guitar Family, Sendratasik Voice, Teater Ubrug, Sendratasik Dance, Rampak Kecapi, dan masih banyak lagi. Event yang diadakan mulai pukul 19.30 hingga hampir tengah malam ini dipenuhi kehangatan dan penuh canda tawa antara penonton dan penyaji itu sendiri.

Komentar

Postingan Populer