PERKEMBANGAN NOTASI MUSIK


Notasi merupakan sebuah media penghantar atau media yang menjembatani antara ide musikal komponis ke musisi yang akan merealisasikan ide musikal tersebut menjadi bunyi. Selain itu, notasi juga dapat digunakan sebagai media dokumentasi, seperti layaknya rekaman audio dan video. Notasi dapat mempermudah dan membantu kita melacak perkembangan gramatikal musik yang terjadi dari jaman ke jaman.


Seiring perkembangan jaman, notasi musik mengalami perubahan. Kemunculan notasi musik dalam budaya Barat berawal dari era Christian pada Abad ke-9 yang disebut "Neumen" banyak ditemukan pada teks-teks liturgi, dan sangat berbeda dengan bentuk notasi modern (Stone, 1980: 321). Bentuk-bentuk penotasian dan peribahan fungsinya pun ikut berubah menyesuaikan dengan kebutuhan komponis. Ketika komponis pada Abad ke-20 mulai mengeksplorasi lebih jauh melampaui konsep-konsep tradisional, maka notasi konvensional mulai kurang relevan dan kurang mampu mengakomodir filosofi maupun teknik-teknik baru yang mereka temukan. Oleh karena itu penemuan maupun penggunaan simbol dan prosedur notasi baru mendapat perhatian khusus (Stone, 1980: xiii).

Jika kita melihat fenomena musik masa kini, terdapat beberapa model notasi musik yang sering digunakan oleh komponis-komponis masa kini. Dituliskan oleh David Cope di dalam bukunya yang berjudul "Techniques of the Contemporary Composers" (1997), bahwa secara umum notasi musik masakini terbagi menjadi 4 model, yaitu:

1. Bentuk Notasi Metrik.
Masih menggunakan 5 garis nada, metrik serta masih menggunakan bentuk kunci tradisional (Carter 1955; Read 1969).

2. Bentuk Notasi Model Improvisasi
Seringkali berdasarkan material "mentah" yang memungkinkan musisi untuk menginterpretasinya lebih jauh berdasarkan gaya dan konteksnya (Berio 1962).

3. Bentuk Notasi Proporsional/Spasial
Notasi model ini tidak menggunakan metrik dan posisi horizontal dari setiap nada menentukan kapan nada tersebut masuk maupun berakhir (Ligeti 1962).

4. Bentuk Notasi Indeterminasi
Notasi model ini seringkali berbentuk grafik yang melibatkan range grafis yang lebih luas dan tidak terdefinisikan secara ketat seperti halnya pada bentuk notasi tradisional sehingga hasil bunyi pada pertunjukan pertama akan berbeda dengan pertunjukan kedua, dan jenis musik seperti ini oleh John Cage juga disebut "experimental music".

Selain beragam dan dapat mengakomodir banyak hal yang belum bisa direalisasikan sebelumnya, kini komponis dapat dengan leluasa membuat simbol-simbol notasinya sendiri yang mampu mengakomodir kebutuhannya. Oleh karena itu notasi musik masa kini menjadi sangat individual sifatnya, hal ini ditandai dengan kehadiran legende, performing notes, nomenclature (baca: petunjuk teknis/keterangan instruksional) yang biasa muncul pada halaman awal sebelum halaman utama penotasian musik itu sendiri.


Komentar

Postingan Populer